Shalom..., Selamat Datang di GBI MALL TAMAN ANGGREK - GBI SEASON CITY

Renungan

WAJIB HIDUP SAMA SEPERTI KRISTUS TELAH HIDUP

Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!
Tema pesan Tuhan bagi kita sekalian untuk bulan Maret 2026 ini adalah:

“WAJIB HIDUP SAMA SEPERTI KRISTUS TELAH HIDUP.”

Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung (The Year of The Great Commission). Ayat emasnya diambil dari Matius 28:18-20 dan Matius 24:14.

Istilah “Amanat Agung” dipopulerkan oleh Hudson Taylor, seorang misionaris ke daratan China, pada abad ke-19. Hudson Taylor terkenal dengan kutipannya,

“Amanat Agung bukanlah sebuah pilihan untuk dipertimbangkan, melainkan sebuah perintah untuk ditaati”.

Yang dimaksud dengan “Amanat” bukanlah sekedar perintah, tetapi suatu perintah pengutusan yang diperlengkapi dengan kuasa dan otoritas ilahi, sesuai dengan perkataan Yesus dalam Matius 28:18-19 TB,

“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”

Setiap kali kita berbicara tentang Amanat Agung kita diingatkan tentang hal-hal sebagai berikut:

Sesuai dengan Roma 8:29, maka kita sebagai orang-orang pilihan Tuhan sudah ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Yesus. Artinya kita harus menjadi murid Yesus. Jadi goal kita sebagai orang percaya adalah menjadi murid Yesus.

HIDUP SEBAGAI MURID YESUS
Siapa yang dimaksudkan dengan murid Yesus?
1. Hidupnya sama seperti Kristus telah hidup. (1 Yohanes 2:6)
2. Kalau kita hidup sama seperti Kristus telah hidup maka kita menjadi serupa dengan gambar-Nya, artinya kita menjadi murid Yesus.
3. Tugas utamanya adalah menjadikan orang lain menjadi murid Yesus. Ini adalah Amanat Agung Tuhan Yesus. Jadi tugas utama dari murid Yesus tanpa memandang profesinya adalah menyelesaikan Amanat Agung.
4. Menyelesaikan Amanat Agung dengan kuasa Roh Kudus.
5. Hari-hari ini kita berada di era Pentakosta Ketiga. Pentakosta Ketiga akan memberikan kepada kita kuasa untuk menyelesaikan Amanat Agung
a. Target penyelesaikan Amanat Agung adalah tahun 2033.
b. Menyelesaikan Amanat Agung dengan metode Tuhan Yesus.

STRATEGI PENYELESAIAN AMANAT AGUNG
Sebagai murid-murid-Nya yang menerima Amanat Agung dari Tuhan Yesus, kita harus belajar cara Yesus melakukannya, sehingga kita bisa menjangkau dunia dalam 7 tahun ke depan sampai tahun 2033.

Pada General Assembly yang ke-14 dari World Evangelical Alliance (WEA) di Korea Selatan tanggal 27-31 Oktober 2025 yang lalu, temanya adalah: “The Gospel for Everyone by 2033”.
Disini Rick Warren menyampaikan tentang metode Yesus untuk menyelesaikan Amanat Agung yang berlaku dimana saja dan kapan saja.

Metode ini disingkat dengan P-E-A-C-E.
• P = Pass on the good news
Sampaikan kabar baik (Injil) kepada orang lain.
• E = Equip disciples
Perlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan melayani.
• A = Alleviate suffering
Ringankan penderitaan orang lain dengan menolong mereka.
• C = Continually pray
Berdoa terus-menerus.
• E = Establish new churches
Dirikan gereja-gereja baru.

Jadi ada 5 hal metode Yesus untuk menyelesaikan Amanat Agung:
• Yang pertama: Sampaikan kabar baik (Injil) kepada orang lain
• Yang kedua: Perlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan melayani.
• Yang ketiga: Ringankan penderitaan orang lain dengan menolong mereka
• Yang keempat: Berdoa terus-menerus.
• Yang kelima: Dirikan gereja-gereja baru.
Supaya kita bisa melakukan seperti yang Yesus lakukan, maka seperti apa yang tertulis dalam 1 Yohanes 2:6, bahwa kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

STRATEGI TUHAN YESUS
Hal-hal yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu dia berada di dalam dunia ini adalah sebagai berikut:
1. Tuhan Yesus mengajar kita bahwa segala sesuatu harus dimulai dengan doa. Untuk memulai hari yang baru, pagi-pagi benar Tuhan Yesus akan berdoa lebih dahulu.
- Tuhan Yesus berkata apa yang Dia katakan, apa yang Dia lakukan, semua itu berasal dari Bapa. Yang berarti apa yang Tuhan Yesus katakan dan apa yang Tuhan Yesus lakukan semua berasal dari doa, hubungan yang intim dengan Bapa.

- Kata PEACE dibuat sebagai singkatan supaya mudah diingat, bukan sebagai urutan metode yang harus dijalankan. Bagi saya yang menjadi prioritas utama yang harus dilakukan lebih dulu adalah continually pray atau berdoa terus menerus. Baru keempat hal lainnya dilakukan sebagai hasil dari doa tersebut.

- Pada bulan November 2025 yang lalu, ada pertemuan Advancing the Kingdom Initiative (ATKI) di Louisiana, Amerika Serikat yang dihadiri oleh lebih dari 400 hamba Tuhan dari lebih dari 100 negara, yang mewakili sekitar 180 juta orang

- Salah satu kesimpulan dari hasil pertemuan itu mereka sepakat bahwa menyelesaikan Amanat Agung sampai dengan tahun 2033, harus dimulai dengan doa puasa dan mengandalkan Roh Kudus.

2. Hal kedua yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu berada di dalam dunia ini, yaitu:
Tuhan Yesus memberikan contoh dalam hal memberi.
- Keselamatan yang kita dapatkan karena Tuhan Yesus memberi. Apa Ia memberikan nyawa-Nya untuk kita. Sekali lagi saya mau katakan Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya untuk keselamatan kita. Kemudian apa yang harus kita lakukan untuk membalas semua ini?

- Roma 12:1 TB2 berkata, “Karena itu, Saudara-saudara, oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati.”

- Keinginan terbesar dari kita seharusnya hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Kita harus hidup bagi Allah. Kita harus mempersembahkan tubuh kita yang sudah mati terhadap dosa dan sebagai rumah Roh Kudus kepada Allah.

- Roma 12:2 TB berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

3. Hal ketiga yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu berada di dalam dunia ini, yaitu:
Tuhan Yesus keluar sebagai pemenang.
a. Pesan Tuhan Yesus kepada tujuh gereja dalam Wahyu pasal 2 dan 3, yang berarti pesan untuk gereja masa kini, adalah “Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus kepada jemaat-jemaat. Siapa yang menang akan masuk surga”

b. Tuhan Yesus pada waktu masih berada di dunia dicobai oleh iblis, dan Dia keluar sebagai pemenang.

c. Sesuai dengan Matius 4:1-11, maka setelah berpuasa 40 hari 40 malam akhirnya laparlah Yesus. Pada saat itu datanglah Iblis untuk mencobai Tuhan Yesus. Ada 3 jurus pencobaan yang dilakukan Iblis kepada Tuhan Yesus.
 Jurus Pertama
- Pada waktu Tuhan Yesus lapar Iblis berkata, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
Tuhan Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Di sini Iblis mau meyakinkan bahwa yang paling penting untuk hidup di dunia ini adalah roti, yang berbicara tentang makanan, pakaian, kekayaan, harta benda. Jadi ini yang menurut Iblis harus dicari dengan segala macam cara.

- Tetapi Tuhan Yesus menjawab bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

- Tuhan Yesus mengingatkan kita melalui perumpamaan yang diberikan tentang seorang penabur benih. Ada benih yang jatuh di antara semak duri. Benih itu tumbuh tetapi karena terhimpit oleh semak duri maka ia tidak berbuah. Ini diartikan sebagai orang yang oleh karena tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup, kekuatiran dunia sehingga tidak berbuah.

- Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar, kita adalah carangnya. Setiap carang yang tidak berbuah akan dipotong, jatuh ke tanah, menjadi kering, disapu dan dibuang ke dalam api. Jangan sampai kita mengalami hal yang seperti ini.

- Tuhan Yesus juga mengingatkan kita: Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semua itu. Karena itu carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya… semuanya akan ditambahkan kepadamu.

- Kita diingatkan kita harus menjadi pemenang seperti Tuhan Yesus yang sudah menang.

 Jurus Kedua yang dilakukan Iblis kepada Tuhan Yesus yaitu tentang mencobai Allah.
- Iblis membawa Tuhan Yesus ke bait suci dan menempatkan-Nya di pinggir atap Bait Allah. Lalu berkata kepada-Nya, “Jikalau Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan-Nya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

- Hati-hati! Iblis menggunakan ayat yang diputarbalikkan supaya kita jatuh dalam dosa. Di sini Tuhan Yesus sebagai Anak Allah tahu bahwa orang yang menjatuhkan diri dari tempat tinggi, karena hukum gravitasi, akan jatuh dan mati. Karena itu Tuhan Yesus berkata: Jangan mencobai Allah.

- Ada kesaksian dari Yonggi Cho tentang beberapa anak perempuan, setelah dari KKR, dengan hati yang berkobar-kobar, pulang ke rumahnya. Mereka harus menyeberangi sungai yang sedang banjir. Mereka berkata kalau Petrus bisa berjalan di atas air maka kita juga bisa berjalan di atas air. Mereka dengan bergandengan tangan menyebrangi sungai yang sedang banjir. Apa yang terjadi? Semuanya meninggal karena terseret oleh banjir.

- Ingat, Petrus bisa berjalan di atas air karena Tuhan Yesus yang menyuruh. Jadi Petrus berjalan di atas firman Allah. Jadi jangan berpikir kalau kita anak Allah bisa melakukan apa saja karena akan dilindungi Allah. Sekali lagi jangan mencobai Allah!

- Seperti Tuhan Yesus yang keluar sebagai pemenang, maka kita juga harus keluar sebagai pemenang. Katakan Amin.

• Jurus Ketiga yang dilakukan iblis kepada Tuhan Yesus.
- Iblis membawa Tuhan Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepada Yesus, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Lalu berkatalah Yesus kepada Iblis, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”

- Ingat penguasa dunia ini adalah Iblis, yang berusaha agar kita menyembah dia, menyembah Iblis. Wahyu 18:4 TB2 berkata, “Lalu aku mendengar suara lain dari surga berkata, “Keluarlah kamu, hai umat-Ku, keluarlah dari dalamnya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.”

Ini peringatan buat kita agar jangan mengikuti sistem dunia yang bertentangan dengan firman Allah, karena penguasanya adalah Iblis.

4. Tiga jurus pencobaan yang dilakukan Iblis kepada Tuhan Yesus akan terus menerus diperhadapkan kepada kita. Kita harus keluar sebagai pemenang sebagaimana Tuhan Yesus menjadi pemenang.

5. Untuk bisa menyelesaikan Amanat Agung dengan target 2033, kita harus menjadi pemenang.







 

BACK..