
38 TAHUN PERJALANAN GBI GATSU

Shalom
semua,
Tanggal 04 September 2026, gereja kita GBI Jl. Jend.
Gatot Subroto Jakarta genap berumur 38 tahun.
Dimulai dari kebaktian perdana kita pada 04 September
1988, di gedung Wisma Karsa Pemuda Senayan, Jakarta
dengan sekitar 400 orang jemat, sekarang sudah
berkembang; baik di dalam maupun di luar negeri.
DNA GEREJA KITA ADALAH RESTORASI PONDOK DAUD
Hal ini dimulai dengan nubuatan 2 (dua) hamba Tuhan
kepada saya:
Hamba Tuhan yang pertama adalah Bpk. Pdt. Schenk dari
Belanda.
Dalam sebuah kebaktian, setelah saya selesai sebagai
worship leader, saya duduk di bagian belakang dari
podium. Hamba Tuhan yang bernama Schenk dari Belanda,
menggantikan tempat saya di belakang mimbar. Waktu dia
mulai membuka Alkitab, tiba-tiba dia berbalik dan datang
kepada saya dan menumpangkan tangan, lalu bernubuat
untuk saya:
“Aku menetapkan engkau menjadi alat-Ku untuk membawa
umat-Ku masuk ke dalam hadirat-Ku.”
Ini berbicara tentang Restorasi Pondok Daud.
Hamba Tuhan yang kedua adalah Bp. Pdt. Damaris.
Beliau datang ke rumah saya untuk menyampaikan nubuatan
dari Tuhan; bahwa saya harus menjadi full-timer
pelayanan Restorasi Pondok Daud.
Lalu beliau berkata, kalau saya menerima pesan Tuhan ini,
maka saya adalah orang pertama yang full-time dalam
pelayanan ini. Beliau katakan bahwa dia adalah orang
pertama di Indonesia yang pelayanannya sebagai Penginjil.
Pada waktu itu tidak ada yang tahu tentang pelayanan ini.
Jadi setiap kali dia diundang ke gereja, selesai kotbah,
pendetanya hanya bilang: ”Terima kasih Broer, Terima
kasih Broer” Apa akibatnya? Dia berkata dapurnya sering
tidak berasap, alias sering tidak makan.
Selanjutnya beliau berkata:
“Kalau kamu pelayanan sebagai full-timer di bidang
Restorasi Pondok Daud, kamu bisa mengalami apa yang Oom
alami. Apa kamu siap?”
Saya jawab; ya, saya siap Oom, karena memang tidak ada
pilihan lain.
Tapi, puji Tuhan, dapur saya selalu berasap. Tuhan Yesus
baik. Tetapi saya punya pengalaman yang unik. Pada waktu
saya diajukan untuk menjadi Pdp (pendeta pembantu) ke
BPD GBI Surabaya, saya ditolak. Alasannya: ‘kan
pelayanannya tidak jelas’. Wah, saya sempat marah pada
waktu itu. Puji Tuhan dengan jaminan akhirnya saya
diterima juga.
DEFINISI PONDOK DAUD
Kisah Para Rasul 15:15-18,
“Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti
yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan
membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan
reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa
yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku
demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
yang telah diketahui dari sejak semula.”
Ini bisa dikatakan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali
dan merestorasi Pondok Daud supaya terjadi penuaian jiwa
besar-besaran. Katakan Amin!
Ini tidak berarti bahwa setelah Tuhan Yesus datang
kembali baru terjadi Restorasi Pondok Daud, tetapi
Restorasi Pondok Daud telah dimulai, dan pada saat Tuhan
Yesus datang kembali, Restorasi Pondok Daud akan selesai
secara sempurna. Haleluya!
Apa yang dimaksudkan dengan Pondok Daud?
Pondok Daud adalah pondok atau kemah (2 Samuel 6:17),
bukan bangunan permanen, yang dibuat oleh Daud.
Di dalamnya ada Tabut Allah.
Di sekitar Tabut Allah ada orang yang berdoa, memuji dan
menyembah Tuhan.
Jumlah pemuji 288 orang, dan tiap-tiap regu yang
bertugas sebanyak 12 orang. Jadi kalau 288 orang dibagi
12, itu menjadi 24.
Sesuai dengan 1 Tawarikh 9:33, diperkirakan selama 24
jam, siang dan malam, mereka bergantian tiap jam berdoa,
memuji dan menyembah Tuhan.
Jadi Pondok Daud ini berbicara tentang doa, pujian dan
penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.
Ini berbicara tentang keintiman kita dengan Tuhan. Ini
berbicara tentang pemenang.
Setelah umur gereja kita memasuki usia 25 tahun, Tuhan
menambahkan pengertian tentang Restorasi Pondok Daud,
yaitu:
Prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang
mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan
bersama-sama dalam unity siang dan malam dan yang
melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini.
DAMPAK PONDOK DAUD
Restorasi Pondok Daud akan mengakibatkan penuaian jiwa
yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus
datang kembali.
Pada waktu murid-murid Tuhan Yesus menantikan pencurahan
Roh Kudus Pentakosta Pertama, mereka bertekun dengan
sehati dalam doa bersama-sama. Ini bisa diartikan mereka
berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan
malam. Ini prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini prinsip
Menara Doa.
Setelah Roh Kudus Pentakosta Pertama turun, maka mereka
dipakai untuk melaksanakan Amanat Agung.
Sejak 38 tahun yang lalu, DNA gereja kita yang adalah
Restorasi Pondok Daud. Kita tidak pernah mengira bahwa
ini adalah untuk mempersiapkan pencurahan Roh Kudus yang
disebut Pentakosta yang Ketiga.
Sekarang Pentakosta yang Ketiga sudah turun, kita
merasakan bahwa pencurahan Roh Kudus Pentakosta Ketiga
lebih dahsyat. Tuhan mau agar kita makin bertekun dalam
doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity
siang dan malam.
Penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sudah
dimulai. Harvest Now! Jesus for Everyone! Harvest Now!
Jesus for Everyone!
Api Pentakosta Ketiga juga sedang membakar segala
kotoran. Hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan
sedang dibersihkan. Hal ini sesuai dengan Maleakhi 3:1-4
(TB2), yang berkata:
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku agar ia mempersiapkan
jalan di hadapan-Ku! Tiba-tiba Tuhan yang kamu cari itu
akan datang ke bait-Nya! Utusan Perjanjian yang kamu
inginkan itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN
Semesta Alam.
Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya?
Siapakah yang dapat tetap berdiri, ketika Ia menampakkan
diri? Sebab Ia seperti api pemurni logam dan seperti
sabun penatu.
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan
menahirkan perak. Ia menahirkan orang Lewi, menyucikan
mereka seperti emas dan perak, supaya mereka menjadi
orang-orang yang mempersembahkan kurban kepada TUHAN
dalam kebenaran.
Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan
hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan
seperti tahun-tahun purbakala.
Pembersihan itu akan membuat kita menjadi orang-orang
yang mempersembahkan kurban kepada Tuhan dalam kebenaran.
Persembahan kita akan menyenangkan hati Tuhan. Hidup
kita harus kudus. Api Tuhan sedang turun untuk membuat
hidup kita jadi kudus. Katakan: Amin!
MELAKSANAKAN AMANAT AGUNG
Kita bersama-sama dengan banyak gereja-gereja di seluruh
dunia percaya bahwa target untuk menyelesaikan Amanat
Agung adalah tahun 2033. Perjalanan rohani kita sampai
dengan tahun 2033 untuk menyelesaikan Amanat Agung bisa
digambarkan sebagai berikut:
1. Perjalanan bangsa Israel di padang gurun di bawah
pimpinan Musa yang dipimpin tiang awan dan tiang api.
Bilangan 9:18-23 TB2 berkata,
Atas titah TUHAN orang Israel berangkat dan atas titah
TUHAN juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas
Kemah Suci, mereka tetap berkemah.
Ketika awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, orang
Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN, dan mereka
tidak berangkat.
Ada kalanya hanya beberapa hari awan itu di atas Kemah
Suci; atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah
TUHAN juga mereka berangkat.
Ada kalanya awan itu diam hanya dari petang sampai pagi.
Ketika awan itu naik pada waktu pagi, mereka pun
berangkat. Baik pada waktu siang maupun waktu malam,
ketika awan itu naik, mereka pun berangkat.
Berapa lama pun juga awan itu diam di atas Kemah Suci,
baik dua hari, sebulan atau lebih lama, orang Israel
tetap berkemah dan tidak berangkat. Tetapi, ketika awan
itu naik, barulah mereka berangkat.
Atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN
juga mereka berangkat. Mereka memelihara kewajibannya
kepada TUHAN, menurut titah TUHAN dengan perantaraan
Musa.
Jadi perjalanan kita menuju tahun 2033 itu seperti ini.
2. Yang kedua, perjalanan kita menuju tahun 2033,
seperti perjalanan bangsa Israel memasuki tanah Kanaan
di bawah pimpinan Yosua.
Yosua 3:4 berkata bahwa perjalanan ini akan melalui
jalan yang belum pernah dilalui sebelumnya. Perjalanan
ini akan dipimpin oleh Tabut Allah. Supaya tahu tuntunan
tabut Allah, maka harus ada jarak sekitar 2.000 hasta (sekitar
914 m).
Perjalanan kita untuk menyelesaikan Amanat Agung dan
memasuki tahun 2033 akan melalui jalan yang belum pernah
kita lalui sebelumnya. Oleh karena itu perjalanan ini
akan dipimpin oleh Roh Kudus.
Supaya kita tahu pimpinan Roh Kudus, maka kita harus
banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity
siang dan malam. Hidup kita harus kudus. Sebab tanpa
kekudusan kita tidak akan melihat Tuhan. Tanpa kekudusan
kita tidak akan mengerti tuntunan Roh Kudus. Yang
percaya katakan Amin.
3. Yang ketiga, dalam perjalanan kita menuju tahun 2033,
Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada kita seperti yang
tertulis dalam Yesaya 43:18-21 TB2,
“Janganlah mengingat-ingat hal-hal yang dahulu,
janganlah memperhatikan hal-hal yang dari zaman
purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang
sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?
Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan
sungai-sungai di padang belantara.
Binatang liar akan memuliakan Aku, serigala dan burung
unta, sebab Aku membuat air memancar di padang gurun dan
sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum
umat pilihan-Ku;
umat yang Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
Di sini Tuhan memberikan kepada kita pengertian sebagai
berikut:
Cara-cara yang dipakai sekarang menuju tahun 2033 tidak
sama dengan yang dipakai di zaman dulu.
Sebenarnya Tuhan sudah menunjukkan kepada kita caranya,
hanya kita belum mengerti sepenuhnya.
Yeremia 33:3 berkata:
“Berserulah kepada-Ku, berserulah kepada-Ku maka Aku
akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu
hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni
hal-hal yang tidak kau ketahui.”
Membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang
belantara pada zaman itu merupakan sesuatu yang mustahil
dapat dilakukan. Mungkin kita menganggap cara-cara yang
dipakai sekarang ini tidak mungkin dilakukan, tetapi
bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Yang percaya katakan:
Amin!
Tuhan akan membuat air memancar di padang gurun dan di
padang belantara. Jadi di tengah-tengah kegelapan yang
menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa,
justru Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus-Nya yang akan
memenuhi umat pilihan-Nya.
Kiranya janji-janji Tuhan tersebut membuat kita semua
bersukacita, dan umat Tuhan akan memberitakan
kemasyhuran Tuhan. Umat pilihan-Nya akan menyelesaikan
Amanat Agung. Haleluya!