RENUNGAN

BARISAN TENTARA ALLAH    

Salah satu pesan Tuhan untuk memasuki tahun 2012 adalah peperangan Rohani, karena Tuhan mengasihi semua manusia. Menjelang kedatangan-Nya, Tuhan sedang melepaskan gelombang Roh Kudus-Nya berupa gelombang kuasa kasih Tuhan, sehingga terjadi keselamatan jiwa beribu-ribu laksa. Tuhan ingin agar semua manusia diselamatkan, sedangkan iblis hanya mau mencuri, membunuh dan membinasakan dengan cara menghasut manusia agar tidak percaya kepada Tuhan sehingga akhir hidupnya hancur.

Jika memperhatikan hal tersebut maka bisa dibayangkan, di tahun 2012 dan seterusnya akan terjadi peperangan rohani yang semakin dahsyat. Oleh karena itu saat ini Tuhan sedang

mengajak setiap kita untuk menjadi teman sekerja Allah, agar bergabung ke dalam barisan tentara Allah yang dahsyat juga.

Di awal tahun, tepatnya tanggal 3 Januari 2012, Tuhan mengingatkan kepada saya mengenai pasukan Gideon seperti yang tertulis di Hakim–hakim 7. Di situ Tuhan menunjukkan tentang proses yang dilakukan dalam penyaringan pasukan pilihanNya untuk menghadapi orang Midian, dan ternyata dari 32.000 orang hanya terpilih 300 orang saja.

Tuhan ingatkan bahwa ke depan ini, akan ada masa penyaringan yang semakin ketat dan semakin selektif. Standar penyaringannya bukan standar kerajaan dunia, tetapi Kerajaan Allah, seperti pasukan Gideon. Dari penyaringan terhadap 32.000 orang, yang tersingkir 22.000 orang. Alasannya sangat simple, yakni ketakutan. Rasa takut yang dimaksudkan dapat diartikan mereka takut untuk terpisah dari cara hidup duniawi, atau masih ingin menikmati dosa. Sedangkan 9.700 orang lainnya juga tidak lolos, karena cara minumnya seperti anjing, di mana hal tersebut bisa diartikan, setelah mereka mengalami multiplikasi berkat dan dipromosi oleh Tuhan, hatinya lebih condong kepada berkat-Nya saja, bukan kepada “sumber” berkat itu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Lain hal dengan 300 orang lainnya yang terpilih. Alasan mereka dipilih karena bergairah, beriman, mengasihi Tuhan dan berani untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan, serta tidak kompromi dengan dosa.

T.L. Lowery menulis di dalam bukunya “Equipping the saints”, Tuhan sedang membangkitkan generasi baru, juga generasi di dalam pelayanan, generasi yang tidak takut terhadap perubahan. Generasi pelayan Tuhan ini dipenuhi dengan iman, dan mereka akan mengantisipasi hal–hal baru yang akan Tuhan kerjakan di dalam pelayanan. Mereka begitu bergairah akan rencana–rencana Tuhan bagi kehidupan dan pelayanan mereka.

Dalam Pertemuan Doa Puasa Pelayan Jemaat GBI Jl. Gatot Subroto di SICC, tanggal 4 Februari 2012, Gembala Sidang / Pembina menyampaikan tentang penglihatan dari Bob Jones yaitu “Pasukan tentara Allah,” yang cirinya adalah memiliki belas kasihan dan hidup di dalam kekudusan.

Tuhan serius dan sedang membangkitkan tentara-Nya yang berani menghadapi musuh, berbelas kasihan dan berani hidup di dalam kekudusan. Untuk bergabung di dalam barisan tentara Allah yang dahsyat, maka kita harus menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah, yaitu “beriman kepada Allah”.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6).

Ciri orang yang beriman kepada Allah adalah:
1. Mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan
Satu cara sederhana untuk bersekutu dengan Tuhan, yang semua orang pasti bisa melakukannya adalah saat teduh. Saat teduh adalah waktu khusus yang harus disediakan untuk bersekutu dengan Tuhan setiap hari karena :
a. Teladan Tuhan Yesus.Markus 1:35

 “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Jadi pada setiap hari sebelum Yesus melakukan aktifitasnya, Ia terlebih dahulu datang kepada Allah Bapa, untuk bersekutu dan melihat apa yang Allah Bapa kerjakan.

Yohanes 5:19 “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepa-damu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Rahasia keberhasilan Yesus melakukan kehendak Bapa adalah melakukan apa yang Ia lihat dari Allah Bapa, dan apa yang Allah Bapa katakan itulah yang Ia lakukan.
b. Meresponi kerinduan Allah, yang selalu ingin bersekutu dengan manusia.
Ayub 7:17–18 “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?”

Ratapan 3:22-23 “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Ketika kita mereponi kerinduan Allah, kita akan menerima kuasa kasih-Nya. Kasih Tuhan merupakan manifestasi terbesar dari kuasa Tuhan. Karena melalui kuasa Kasih Tuhan, kita tidak mau kompromi dengan dosa dan hanya ingin melayani pekerjaan Tuhan.

2. Siap menerima resiko.
Ada resiko yang menanti ketika mengambil keputusan untuk mengikuti Tuhan Yesus. Misalnya, “dibenci, difitnah, dijauhi” orang, dan lain-lain. Mendengar hal ini mungkin Anda berkata, “Wah apa betul demikian? Apakah ini pengajaran yang menyesatkan? Bukankah tahun 2012 adalah tahun multiplikasi dan promosi karena perkenanan Tuhan. Juga, bukankah ini berbicara berkat?”

Ungkapan di atas bukanlah pengajaran yang menyesatkan, melainkan menyampaikan sebuah kebenaran, karena hal tersebut adalah perkataan Yesus Kristus sendiri: “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” (Markus 13:13).

Yesus juga berkata : “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepa-damu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.”
(Yohanes 15:18–20).

Keputusan Yesus untuk melakukan kehendak Bapa dengan menyelamatkan manusia dari dosa, mendatangkan resiko atas diri-Nya, yakni aniaya, pelecehan bahkan sampai mati di kayu salib. Setiap keputusan kita selalu ada konsekuensinya.

Kita bisa memilih, mau berkenan di hati Tuhan, atau mengikuti cara–cara duniawi, yaitu “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yohanes 2:16).

Kita tidak bisa mengikuti kedua–duanya, karena persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan. Jika ingin mengalami perkenanan Tuhan, maka harus lebih peduli dengan perasaan-Nya Tuhan.

“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4).


Jika kita menjadi musuh iblis, tetapi sahabat-Nya Tuhan, maka ketika iblis menyerang kita dan kita minta pertolongan Tuhan, Tuhan pasti menolong. Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang bisa melawan kita? Tidak ada!

Yesus berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18).

Sebaliknya, jika kita menjadi musuh-Nya Tuhan, jangan pernah berharap kepada iblis bahwa ia akan menolong dan menyelamatkan.

Ketika dibenci oleh semua orang, iblis akan berupaya keras agar kita mau membalas kejahatan dengan kejahatan, membenci orang yang membenci kita, putus asa bahkan kecewa dengan Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah agar iman kita kepada Kristus menjadi gugur, dan kalau iman kita gugur, kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan.

Cara untuk bertahan dan memperoleh ke-selamatan dari Tuhan adalah melakukan seperti yang Yesus lakukan. Ketika Ia masih ada di dunia ini, Ia selalu memiliki waktu untuk bersekutu dengan Allah Bapa.

Demikian juga hari–hari ini kita harus mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, konsisten melakukan saat teduh pribadi dengan Tuhan, banyak berada di hadirat Tuhan, dan sering berdoa di menara doa, maka pasti kita akan sanggup bertahan melawan tipu muslihat iblis, dan mengalami kemenangan. Karena itu, jika musuh kita adalah musuh-Nya Tuhan, maka sesungguhnya peperangan itu milik-Nya Tuhan.

Jadi, di tahun perkenanan Tuhan ini, marilah kita bangkit dengan kekuatan dari Roh Kudus, bersama–sama secara unity, bergerak untuk masuk ke dalam barisan tentara Allah yang dahsyat, dan menyatakan kasih Kristus, sehingga semakin banyak jiwa pindah dari gelapnya dosa, kepada terang Tuhan yang ajaib.
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita berlimpah–limpah. Amin

[FM]